UPACARA PERSEMAYAMAN & PELEPASAN ALMARHUM DJOHN KANDOW, SH

8 Nopember 2017

Manado, Bawaslu Provinsi Sulut
Jajaran pengawas pemilu di Sulawesi Utara dirundung duka. Salah seorang Anggota Panitia Pengawas Pemilu di Minahasa Tenggara John Kandouw, SH meninggal dunia pada Selasa malam 7 November 2017, setelah sekitar 2 Minggu mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Prof. Kandou Manado.
Almarhum John Kandouw sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, telah bertugas selama lebih dari 2 bulan sebagai salah satu Anggota Pimpinan Panitia Pengawas Pemilu. Almarhum sempat mengikuti beberapa kegiatan yang diadakan oleh Bawaslu Provinsi Sulut dan terakhir mengikuti Bimtek Bawaslu RI di Jakarta

Beberapa hari sekembalinya dari Jakarta, almarhum jatuh sakit dan tidak sempat ikut mengawasi jalannya tahapan tes perekrutan Panwascam Kabupaten Mitra. Namun, Ketua Panwas Mitra Jobie Longkutoy dan Anggota Pimpinan Dolly Van Gobel senantiasa mengkoordinasikan tahapan tes panwascam hingga hasil pleno dengan almarhum.
Dalam pergaulan dengan sesama anggota Panwaslu, almarhum juga cukup dikenal supel dan penuh keakraban. Hal tersebut diakui oleh Ketua Panwaslu Minahasa, Donny Rumagit. "Almarhum Jhon orangnya baik dan mudah akrab dengan orang lain. Saya mengenal dia sudah lama dan dari dia saya banyak belajar tentang dunia jurnalistik. Kebetulan sempat pula bersama-sama dalam pengawasan pemilu meski di organisasi berbeda. Akhirnya bersama-sama juga mendaftarkan diri sebagai Panwaslu dan kebetulan sama-sama juga lolos" ujar Donny.
Dari Rumah Sakit jenazah almarhum di bawa ke rumah duka keluarga di perumahan Krida Malalayang dan disemayamkan semalam. Rabu siang tadi (8/11/2017), jenazah Almarhum John Kandouw yang diiringi keluarga besar yang berduka dibawa ke kantor Bawaslu Provinsi Sulut untuk disemayamkan selama 1 jam lebih di kantor Bawaslu Provinsi Sulut, Winangun, Manado, mengikuti Upacara Persemayaman dan pelepasan.
Upacara nampak berlangsung hikmat. Para sahabat almarhum sesama panwas dari berbagai Kabupaten dan Kota se-Sulut ikut menyambut datangnya jenazah alamarhum dengan ikut memanggul peti jenazah dan prosesi peletakan pataka Bawaslu di atas peti jenazah.
Ketua Bawaslu Provinsi Sulut, Herwyn Malonda, mengungkapkan bahwa sosok almarhum yang murah senyum dan bersahabat adalah kenangan yang berkesan. "Selama hidupnya kami mengenal almarhum adalah orang yang murah senyum, penurut dan bersahabat. Tentunya hal tersebut yang menjadi kenangan dan kesan yang indah selama almarhum hidup." ungkap Malonda diawal sambutannya.

Selanjutnya disampaikan sebagai umat beriman yang percaya meyakini bahwa dimuliakannya almarhum karena Tuhan sangat mengasihinya dan menjadi akhir pertandingan iman almarhum John. "Mungkin ini akhir dari pertandingan iman Almarhum Bapak John Kandou, SH. Kita yang masih diberikan kesempatan untuk bertanding, satu waktu pun akan mengakhiri pertandingan hidup ini. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, sudahkah kita melakukan yang terbaik? Kapan pun dan di mana pun kita berada, ketika sudah tiba saatnya, siapkah kita? Kita harus siap." ujarnya, seraya menambahkan: "Karena itu, mari kita imani bersama bahwa, Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan bagi umatnya. JanjiNya, bahwa Tuhan pasti memegang dan menopang hidup keluarga yang berduka dan kita semua".
Di bagian akhir Malonda mengutip ayat Akitab dari Roma, I Petrus dan Ayub. "Dalam Firmannya: Roma 14 : 7 - 9; "sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tdak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup".
I Petrus 5 : 7; "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu".
Ayub 42 : 2; "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencanamu yang gagal".
Akhirnya, dengan iman saya mengucapkan: Selamat jalan, Saudara Almarhum Bapak Djohn Kandou, SH. Tuhan Yesus Kristus kiranya menganugerahkan tempat yang terbaik buatmu, yaitu disisi-Nya sesuai dengan janji Firmannya." ujar Malonda mengakhiri sambutan.
Anggota Pimpinan Bawaslu Sulut, Kenly Poluan kemudian meletakkan karangan bunga duka di atas peti jenazah dan dilanjutkan lagu pujian oleh keluarga besar Bawaslu Provinsi Sulut.
Menjelang akhir upacara, Drs. Selphius Kandow, MAP yang adalah kakak almarhum, mewakili keluarga yang berduka menyampaikan sambutan ucapan terima kasih.
Dihantar oleh keluarga besar Bawaslu, jenazah Almarhum Djohn Kandow, SH, kemudian kembali diusung ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah duka di desa Molompar, Tombatu Timur, Mitra dan akan dimakamkan esok, Kamis 9 November 2017.
.

Informasi Publik

Regulasi

Agenda Bawaslu

Hubungi Kami

UPACARA PERSEMAYAMAN & PELEPASAN ALMARHUM DJOHN KANDOW, SH

8 Nopember 2017

Manado, Bawaslu Provinsi Sulut
Jajaran pengawas pemilu di Sulawesi Utara dirundung duka. Salah seorang Anggota Panitia Pengawas Pemilu di Minahasa Tenggara John Kandouw, SH meninggal dunia pada Selasa malam 7 November 2017, setelah sekitar 2 Minggu mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Prof. Kandou Manado.
Almarhum John Kandouw sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, telah bertugas selama lebih dari 2 bulan sebagai salah satu Anggota Pimpinan Panitia Pengawas Pemilu. Almarhum sempat mengikuti beberapa kegiatan yang diadakan oleh Bawaslu Provinsi Sulut dan terakhir mengikuti Bimtek Bawaslu RI di Jakarta

Beberapa hari sekembalinya dari Jakarta, almarhum jatuh sakit dan tidak sempat ikut mengawasi jalannya tahapan tes perekrutan Panwascam Kabupaten Mitra. Namun, Ketua Panwas Mitra Jobie Longkutoy dan Anggota Pimpinan Dolly Van Gobel senantiasa mengkoordinasikan tahapan tes panwascam hingga hasil pleno dengan almarhum.
Dalam pergaulan dengan sesama anggota Panwaslu, almarhum juga cukup dikenal supel dan penuh keakraban. Hal tersebut diakui oleh Ketua Panwaslu Minahasa, Donny Rumagit. "Almarhum Jhon orangnya baik dan mudah akrab dengan orang lain. Saya mengenal dia sudah lama dan dari dia saya banyak belajar tentang dunia jurnalistik. Kebetulan sempat pula bersama-sama dalam pengawasan pemilu meski di organisasi berbeda. Akhirnya bersama-sama juga mendaftarkan diri sebagai Panwaslu dan kebetulan sama-sama juga lolos" ujar Donny.
Dari Rumah Sakit jenazah almarhum di bawa ke rumah duka keluarga di perumahan Krida Malalayang dan disemayamkan semalam. Rabu siang tadi (8/11/2017), jenazah Almarhum John Kandouw yang diiringi keluarga besar yang berduka dibawa ke kantor Bawaslu Provinsi Sulut untuk disemayamkan selama 1 jam lebih di kantor Bawaslu Provinsi Sulut, Winangun, Manado, mengikuti Upacara Persemayaman dan pelepasan.
Upacara nampak berlangsung hikmat. Para sahabat almarhum sesama panwas dari berbagai Kabupaten dan Kota se-Sulut ikut menyambut datangnya jenazah alamarhum dengan ikut memanggul peti jenazah dan prosesi peletakan pataka Bawaslu di atas peti jenazah.
Ketua Bawaslu Provinsi Sulut, Herwyn Malonda, mengungkapkan bahwa sosok almarhum yang murah senyum dan bersahabat adalah kenangan yang berkesan. "Selama hidupnya kami mengenal almarhum adalah orang yang murah senyum, penurut dan bersahabat. Tentunya hal tersebut yang menjadi kenangan dan kesan yang indah selama almarhum hidup." ungkap Malonda diawal sambutannya.

Selanjutnya disampaikan sebagai umat beriman yang percaya meyakini bahwa dimuliakannya almarhum karena Tuhan sangat mengasihinya dan menjadi akhir pertandingan iman almarhum John. "Mungkin ini akhir dari pertandingan iman Almarhum Bapak John Kandou, SH. Kita yang masih diberikan kesempatan untuk bertanding, satu waktu pun akan mengakhiri pertandingan hidup ini. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, sudahkah kita melakukan yang terbaik? Kapan pun dan di mana pun kita berada, ketika sudah tiba saatnya, siapkah kita? Kita harus siap." ujarnya, seraya menambahkan: "Karena itu, mari kita imani bersama bahwa, Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan bagi umatnya. JanjiNya, bahwa Tuhan pasti memegang dan menopang hidup keluarga yang berduka dan kita semua".
Di bagian akhir Malonda mengutip ayat Akitab dari Roma, I Petrus dan Ayub. "Dalam Firmannya: Roma 14 : 7 - 9; "sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tdak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup".
I Petrus 5 : 7; "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu".
Ayub 42 : 2; "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencanamu yang gagal".
Akhirnya, dengan iman saya mengucapkan: Selamat jalan, Saudara Almarhum Bapak Djohn Kandou, SH. Tuhan Yesus Kristus kiranya menganugerahkan tempat yang terbaik buatmu, yaitu disisi-Nya sesuai dengan janji Firmannya." ujar Malonda mengakhiri sambutan.
Anggota Pimpinan Bawaslu Sulut, Kenly Poluan kemudian meletakkan karangan bunga duka di atas peti jenazah dan dilanjutkan lagu pujian oleh keluarga besar Bawaslu Provinsi Sulut.
Menjelang akhir upacara, Drs. Selphius Kandow, MAP yang adalah kakak almarhum, mewakili keluarga yang berduka menyampaikan sambutan ucapan terima kasih.
Dihantar oleh keluarga besar Bawaslu, jenazah Almarhum Djohn Kandow, SH, kemudian kembali diusung ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah duka di desa Molompar, Tombatu Timur, Mitra dan akan dimakamkan esok, Kamis 9 November 2017.
.

Buletin Bawaslu