Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sulut Gelar Konsolidasi Demokrasi Bersama Tokoh Masyarakat dan Alumni P2P Kota Tomohon

Sumber Foto: Humas Bawaslu Sulut

Bawaslu Provinsi Sulut menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama tokoh masyarakat dan Alumni P2P Kota Tomohon, Selasa (08/09/2026).

Tomohon, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) – Bawaslu Provinsi Sulut menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama tokoh masyarakat dan Alumni P2P Kota Tomohon, Selasa (08/09/2026). Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, membangun kesadaran bersama, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi dan pengawasan pemilu/pemilihan.

Dalam kegiatan tersebut, Steffen menekankan bahwa demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Tokoh masyarakat dan jejaring Alumni P2P memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai-nilai demokrasi serta mendorong masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proses pengawasan.

“Konsolidasi demokrasi menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas Bawaslu. Masyarakat memiliki ruang yang besar untuk ikut mengawal proses demokrasi agar berjalan sesuai dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” ujar Steffen.

Menurutnya, keterlibatan tokoh masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun pengawasan partisipatif. Tokoh masyarakat memiliki kedekatan dengan komunitas dan lingkungan sosialnya, sehingga dapat menjadi penggerak dalam memberikan edukasi serta mendorong masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan demokrasi.

Steffen juga mengajak Alumni P2P Kota Tomohon untuk terus menjaga semangat pengawasan partisipatif yang telah dibangun melalui berbagai kegiatan Bawaslu. Jejaring tersebut diharapkan dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam memperkuat literasi kepemiluan dan demokrasi di tengah masyarakat.

“Semangat pengawasan harus terus hidup, termasuk di masa non-tahapan. Kita ingin masyarakat tidak hanya hadir ketika pemilu berlangsung, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi secara berkelanjutan,” katanya.

Konsolidasi tersebut juga menjadi momentum untuk membuka ruang diskusi mengenai berbagai dinamika demokrasi yang berkembang di masyarakat. Pertukaran gagasan antara Bawaslu, tokoh masyarakat, dan Alumni P2P diharapkan dapat menghasilkan pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga integritas demokrasi.

Bawaslu Sulawesi Utara terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan jejaring Alumni P2P menjadi bagian dari upaya memperluas kesadaran publik agar masyarakat dapat mengambil peran aktif dalam mengawal proses demokrasi.

Turut hadir Ketua Bawaslu Tomohon Stenly J. Kowaas dan Anggota Bawaslu Tomohon, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas (HP2H), Handy B. Tumiwuda. 

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Sulut berharap terbangun jejaring masyarakat yang semakin kuat, kritis, dan partisipatif dalam mengawal demokrasi, khususnya di Kota Tomohon dan Provinsi Sulawesi Utara secara umum.

Editor: Humas Bawaslu Sulut

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle