Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sulut Luncurkan Pilot Project "Walewangko Pengawasan Pemilu", Ajak Finalis Remaja Teladan GMIM Belajar Demokrasi

Sumber Humas Bawaslu Sulut

Foto bersama Bawaslu Provinsi Sulut bersama Finalis Remaja Teladan Sinode GMIM 2026 pada kegiatan Visitasi Kelembagaan sekaligus Peluncuran Pilot Project "Walewangko Pengawasan Pemilu". Jumat (26 Juni 2026).

Manado, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) – Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara menerima visitasi kelembagaan dari Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM bersama Panitia Pemilihan Remaja Teladan Sinode GMIM dan para Finalis Remaja Teladan Sinode GMIM 2026 di Kantor Bawaslu Sulut, Jumat (26 Juni 2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Roadshow Kebangsaan dan Kepemimpinan yang bertujuan memperkuat wawasan generasi muda mengenai demokrasi, kepemimpinan yang berintegritas, serta peran pengawasan pemilu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rombongan disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh, Anggota Bawaslu Sulut Erwin F. Sumampouw, Kepala Sekretariat Bawaslu Sulut Aldrin A. Christian, beserta jajaran sekretariat.

Visitasi ini sekaligus menjadi momentum peluncuran perdana program "Walewangko Pengawasan Pemilu", sebuah inisiatif Bawaslu Sulut yang menjadikan kantor Bawaslu sebagai rumah belajar demokrasi dan kepemiluan bagi masyarakat. Dalam bahasa Minahasa, Walewangko berarti Rumah Besar, yang merepresentasikan keterbukaan Bawaslu sebagai ruang bersama untuk belajar, berdiskusi, dan membangun kesadaran demokrasi.

Sebagai pilot project pertama, para Finalis Remaja Teladan Sinode GMIM diajak berkeliling mengenal lebih dekat lingkungan kerja Bawaslu Sulut melalui room tour. Mereka mengunjungi meja layanan registrasi, galeri sejarah pengawasan pemilu, ruang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), pojok baca, ruang sidang, studio podcast, hingga Command Center sebagai pusat pengendalian informasi dan pengawasan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif antara jajaran Bawaslu Sulut dan para peserta. Ketua Panitia Pemilihan Remaja Teladan Sinode GMIM, Briliant Maengko, mengatakan bahwa kunjungan tersebut diharapkan mampu memperluas pemahaman generasi muda mengenai demokrasi dan kepemiluan.

"Tujuan kunjungan kami sederhana, yaitu agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik tentang demokrasi dan kepemiluan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Sulut, Aldrin A. Christian, menegaskan bahwa Bawaslu ingin membuka diri sebagai ruang belajar bagi seluruh elemen masyarakat.

"Kerinduan kami, Bawaslu tidak hanya menjadi tempat bagi penyelenggara pemilu, tetapi juga menjadi rumah bagi semua elemen masyarakat yang ingin belajar tentang demokrasi dan pengawasan pemilu," kata Aldrin.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Sulut, Erwin F. Sumampouw, mengajak para finalis yang mayoritas merupakan Generasi Z untuk mengambil peran sebagai agen penyebar informasi positif di tengah masyarakat.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, termasuk menyuarakan penolakan terhadap praktik politik uang dan penyebaran informasi bohong.

"Adik-adik dapat menjadi agen Bawaslu di lingkungan masing-masing dengan menyampaikan informasi yang benar tentang pemilu. Misalnya mengajak masyarakat menolak politik uang. Di Alkitab pun suap dilarang. Begitu juga dengan hoaks yang dapat melemahkan kualitas demokrasi kita," ujar Erwin.

Pada sesi pemaparan materi, Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh menjelaskan bahwa program Walewangko Pengawasan Pemilu telah lama dirancang sebagai bagian dari upaya membangun budaya demokrasi melalui pendidikan kepemiluan.

"Kami sengaja merancang kantor ini menjadi tempat belajar demokrasi dan pemilu. Kunjungan ini menjadi yang pertama secara formal dan kami tetapkan sebagai pilot project yang kami namakan Walewangko Pengawasan Pemilu. Walewangko berarti Rumah Besar, sehingga kami ingin kantor ini menjadi Rumah Besar Pengawasan Pemilu bagi masyarakat," jelas Ardiles.

Ia menekankan bahwa demokrasi tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan pemilu sebagai saluran aspirasi rakyat. Karena itu, generasi muda, khususnya calon pemilih pemula pada Pemilu 2029, perlu dibekali pemahaman yang memadai agar mampu berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab.

"Menjadi pemilih pemula bukan hanya datang ke TPS untuk memberikan suara, tetapi juga mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks. Dengan datang langsung ke Bawaslu, adik-adik bisa melihat sendiri bagaimana kami bekerja menjaga kualitas demokrasi. Harapan kami, pengalaman ini dapat dibagikan kembali kepada komunitas masing-masing," ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari dampak politik uang terhadap kualitas demokrasi, mekanisme pengawasan terhadap Bawaslu, pentingnya menjaga integritas penyelenggara pemilu, hingga langkah-langkah Bawaslu dalam mencegah pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN).

Menanggapi hal tersebut, Erwin F. Sumampouw menjelaskan bahwa meskipun praktik politik uang masih menjadi tantangan dalam setiap penyelenggaraan pemilu maupun pilkada, upaya pencegahan dan penindakan akan semakin efektif apabila dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat.

Ia mencontohkan bahwa pada Pemilu 2024, Bawaslu Sulut bersama Sentra Gakkumdu berhasil memproses dugaan tindak pidana politik uang hingga memperoleh putusan pengadilan.

Erwin juga menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas dan kewenangannya, Bawaslu diawasi melalui mekanisme etik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Selain itu, masyarakat memiliki ruang yang luas untuk mengawasi kinerja Bawaslu sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pemilu.

Melalui peluncuran Walewangko Pengawasan Pemilu, Bawaslu Sulut berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang terlibat aktif dalam pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif. Dengan demikian, budaya demokrasi yang berintegritas dapat terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Sulut

Editor: Humas Bawaslu Sulut

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle