Bawaslu Sulut Koordinasikan Kerja Sama Kelembagaan dengan Institut Teknologi Minaesa (ITM) Tomohon
|
Tomohon, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) – Bawaslu Provinsi Sulut terus memperluas jaringan kolaborasi strategis dengan dunia akademis dalam rangka memperkuat pengawalan demokrasi dan literasi kepemiluan. Kali ini, Bawaslu Sulut melakukan koordinasi kerja sama kelembagaan dengan Civitas Academica Institut Teknologi Minaesa (ITM) Tomohon. (Senin, 26 Oktober 2026).
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Sulut Steffen S. Linu, terjun langsung melakukan koordinasi dengan Institut Teknologi Minaesa Tomohon dan diterima langsung oleh Rektor bersama jajaran akademik Institut Teknologi Minaesa Tomohon.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Sulut dalam memperkuat hubungan kelembagaan dengan perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan demokrasi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta penguatan pengawasan partisipatif di wilayah Sulawesi Utara.
Pada kesempatan tersebut, Steffen Linu menjelaskan bahwa rencana perjanjian kerja sama ini untuk membuka peluang kolaborasi antara Bawaslu dan kalangan akademisi melalui berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi kepemiluan, serta pengembangan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pengawasan pemilu dan pemilihan.
Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengembangan pemikiran kritis. Melalui sinergi dengan Institut Teknologi Minaesa Tomohon, kami (Bawaslu Sulut) dapat memperluas jangkauan pendidikan demokrasi sekaligus mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengawal proses demokrasi yang berintegritas, ujar Steffen.
Steffen juga menambahkan Koordinasi ini juga menjadi langkah awal untuk menyelaraskan ruang lingkup kerja sama, sehingga pelaksanaan nantinya dapat memberikan manfaat bagi kedua lembaga, terutama dalam membangun kesadaran berdemokrasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengawasan pemilu secara partisipatif.

Menanggapi hal itu, Rektor Institut Teknologi Minaesa (ITM) Tomohon, Prof. Dr. Ir. Herdianto Lantemona, M.S, mengungkapkan siap jajaki kerja sama dengan Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara. Ia mengapresiasi langkah baik Bawaslu Sulut tersebut.
“Jika sudah ada MoU kami ITM sangat terbuka jika mahasiswa dapat dilibatkan pada kegiatan-kegiatan Bawaslu. Dan untuk draft MoU dan PKS akan dipelajari terlebih dahulu, jika sudah clear maka penanda-tangannya tinggal menentukan waktu yang baik saja,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Steffen turut menyoroti pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu. Ia menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki sejumlah aplikasi dan platform digital, di antaranya Sistem Informasi Pengawasan Pemilu (Siwaslu), Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu (SIPS), serta Komunitas Digital Pengawas Partisipatif, yang mendukung kerja-kerja pengawasan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.
Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara terus mendorong kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, sebagai bagian dari upaya membangun demokrasi yang berkualitas. Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
Melalui rencana kerja sama ini, Bawaslu Sulut berharap hubungan kelembagaan dengan Institut Teknologi Minaesa Tomohon dapat berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan dalam mendukung pendidikan demokrasi dan penguatan pengawasan partisipatif di Sulawesi Utara.


Penulis dan Foto: Ignasius Renleeuw
Editor: Humas Bawaslu Sulut