"Keker Pemilu": Ihtiar Bawaslu Sulut Perkuat Kapasitas Jajaran Pengawas Menuju Pemilu 2029
|
Manado, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) – Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat kapasitas jajaran pengawas pemilu melalui kegiatan “Keker Pemilu”. Sebagai langkah awal, Bawaslu Sulut menggelar rapat persiapan untuk mematangkan pelaksanaan kegiatan yang akan berfokus pada penguatan kemampuan teknis penanganan pelanggaran dan evaluasi pengawasan.
Rapat yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (15/10/2026), diikuti jajaran Bawaslu kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
Dari ruang Command Center Bawaslu Sulut, rapat dihadiri Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data dan Informasi (Datin) Zulkifli Densi, Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Erwin F. Sumampouw, Kepala Sekretariat Aldrin A. Christian, serta Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses dan Hukum (P3SPH) Yenne Janis.

Dalam rapat tersebut, Erwin Sumampouw menjelaskan bahwa “Keker Pemilu” dirancang untuk meningkatkan kapasitas jajaran pengawas, khususnya dalam memahami aspek teknis penanganan pelanggaran dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengawasan.
Menurutnya, kegiatan ini juga akan menghadirkan pemantik diskusi dari Bawaslu provinsi lain untuk memperkaya perspektif dan pengalaman peserta.
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas. Kita akan banyak membahas hal-hal terkait teknis penanganan pelanggaran dan evaluasi. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas diri,” ujar Erwin.
Sementara itu, Zulkifli Densi menyampaikan bahwa kegiatan “Keker Pemilu” dijadwalkan mulai berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026. Program ini diharapkan dapat menunjang peningkatan kapasitas, baik secara individu maupun kelembagaan.
Ia menjelaskan, “Keker Pemilu” memiliki makna filosofis melihat dari jauh. Melalui kegiatan tersebut, jajaran pengawas diharapkan dapat memperluas sudut pandang, mempertajam analisis, serta memperkuat pemahaman dalam menangani berbagai persoalan kepemiluan.
Kegiatan ini akan melibatkan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu kabupaten/kota se-Sulawesi Utara sebagai narasumber. Selain peserta internal Bawaslu, kegiatan juga direncanakan melibatkan pihak eksternal dari perguruan tinggi, termasuk mahasiswa dan dosen. Adapun pemantik diskusi direncanakan berasal dari Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu provinsi lain.

Zulkifli berharap seluruh Bawaslu kabupaten/kota dapat mengambil bagian secara maksimal, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan kegiatan, sehingga proses berbagi pengalaman dan penguatan kapasitas dapat berjalan efektif.
Dari dukungan teknis dan administrasi, Kepala Sekretariat Bawaslu Sulut Aldrin A. Christian mengingatkan jajaran agar mendukung secara optimal kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan, bimbingan teknis, dan lokakarya yang diikuti pegawai dapat menjadi bagian dari rekam pengembangan kompetensi dalam penerapan manajemen talenta.
Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh, yang membuka rapat tersebut, menekankan pentingnya keseriusan dan konsistensi seluruh jajaran dalam mengikuti rangkaian kegiatan “Keker Pemilu”.
Menurut Ardiles, kegiatan yang direncanakan berlangsung dalam 15 pertemuan itu membutuhkan komitmen dan stamina agar setiap sesi dapat diikuti secara optimal.
“Saya harap kegiatan ini diikuti secara serius. Bawaslu kabupaten/kota yang menjadi narasumber mohon menyiapkan materi dengan baik. Ini sekaligus menjadi uji kompetensi,” tegas Ardiles.
Melalui “Keker Pemilu”, Bawaslu Sulut berharap kapasitas jajaran pengawas semakin kuat, terutama dalam penanganan pelanggaran dan evaluasi pengawasan. Dengan demikian, pengawas pemilu di setiap tingkatan dapat menjalankan tugas secara lebih profesional, cermat, dan bertanggung jawab.

Foto: Humas Bawaslu Sulut
Editor: Humas Bawaslu Sulut