Kunjungi Fisip Unsrat Manado, Bawaslu Sulut Sosialisasikan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu
|
Manado, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) – Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara melakukan kunjungan kelembagaan ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Senin (20/7/2026), dalam rangka menyosialisasikan pelaksanaan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu Sulawesi Utara memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi sekaligus mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam penguatan demokrasi, khususnya di bidang penegakan hukum pemilu.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Sulut memaparkan mekanisme pelaksanaan kompetisi, mulai dari persyaratan peserta, tahapan seleksi, tema debat, hingga jadwal pelaksanaan sebagaimana ditetapkan oleh Bawaslu RI. Selain itu, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai peluang kolaborasi dalam mempersiapkan mahasiswa Unsrat agar dapat berpartisipasi secara optimal dan mengharumkan nama Sulawesi Utara di tingkat nasional.
Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Aldrin A. Christian, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan-gagasan inovatif untuk memperkuat kualitas demokrasi. Menurutnya, sinergi antara Bawaslu dan dunia akademik diharapkan mampu menciptakan ruang diskusi yang produktif dalam mengkaji dinamika penegakan hukum pemilu secara ilmiah, kritis, dan konstruktif.
"Melalui kompetisi ini, kami ingin mendorong keterlibatan aktif mahasiswa untuk memahami regulasi kepemiluan, mekanisme penegakan hukum pemilu, sekaligus membangun budaya demokrasi yang berintegritas. Kampus merupakan mitra strategis dalam mencetak generasi muda yang kritis dan memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi," ujar Aldrin.
Ia menambahkan bahwa Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu merupakan agenda tahunan Bawaslu RI yang bertujuan meningkatkan literasi kepemiluan di kalangan mahasiswa, sekaligus melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap penguatan demokrasi dan supremasi hukum dalam penyelenggaraan pemilu.
"Kami berharap kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu argumentasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk melahirkan gagasan dan solusi atas berbagai tantangan penegakan hukum pemilu di Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi, Dr. Ferry Daud M. Liando, M.Si, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bawaslu Sulawesi Utara. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap isu-isu demokrasi dan kepemiluan.
"Selama ini masih banyak generasi muda yang belum memiliki perhatian yang cukup terhadap persoalan demokrasi. Kami berharap melalui Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ini, mahasiswa semakin terdorong untuk memahami dan mengawal proses demokrasi melalui kajian ilmiah serta argumentasi yang berbasis hukum," ungkap Ferry.
Melalui kolaborasi antara Bawaslu dan perguruan tinggi, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi melalui pemikiran kritis, riset, serta gagasan yang konstruktif. Bawaslu Sulawesi Utara juga mengajak seluruh perguruan tinggi di Sulawesi Utara untuk turut ambil bagian dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Tahun 2026 sebagai bentuk kontribusi nyata dunia akademik dalam mewujudkan pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.
Turut hadir Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses dan Hukum (P3SPH) Yenne Janis, Koorsubag Humas, Hubal, dan Data-Informasi Youan Rasu serta Staf Sekretariat Bawaslu Sulut.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Sulut
Editor: Humas Bawaslu Sulut