Lompat ke isi utama

Berita

Momentum Kebangkitan Nasional dan 28 Tahun Reformasi, Bawaslu Tegaskan Komitmen Penguatan Demokrasi

Sumber foto: Humas Bawaslu Sulut

Momentum Kebangkitan Nasional dan 28 Tahun Reformasi, Bawaslu Tegaskan Komitmen Penguatan Demokrasi, Kamis (21 Mei 2026).

Manado, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) – Bertepatan dengan momentum 118 tahun kebangkitan nasional dan 28 tahun reformasi, Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan “Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu” bertajuk Konsolidasi Demokrasi dalam Semangat Reformasi dan Bela Negara Menuju Kebangkitan Nasional, yang berlangsung di Ruang Command Center Kantor Bawaslu Sulut, Kamis (21 Mei 2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kapasitas dan soliditas kelembagaan, meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya konsolidasi demokrasi, serta menumbuhkan semangat reformasi dan bela negara dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu.

Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Ardiles Mewoh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa secara historis Bawaslu lahir dari semangat Reformasi 1998, sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga nilai-nilai demokrasi.

“Secara kelembagaan, Bawaslu lahir dari rahim reformasi Tahun 1998. Sebagai anak kandung reformasi, sudah sepantasnya kita ikut memperingatinya,” ujar Ardiles.

Ia juga menjelaskan bahwa melalui surat instruksi Bawaslu RI terkait konsolidasi demokrasi, seluruh jajaran Bawaslu diminta untuk terus melakukan penguatan demokrasi di masa non tahapan pemilu, baik melalui kegiatan internal maupun dengan menjangkau para pemangku kepentingan, komunitas, dan masyarakat sipil secara langsung.

“Sejauh ini, Bawaslu telah melakukan kunjungan ke partai politik, kampus, serta kelompok masyarakat sipil dalam rangka penguatan demokrasi. Bagi Bawaslu, demokrasi tidak hanya hadir saat ada pemilu. Hal ini juga menegaskan bahwa di masa non tahapan, Bawaslu tidak tidur,” tegas Ardiles.

Kegiatan tersebut turut diikuti oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara secara daring. Selain itu, hadir pula perwakilan Pemerintah Daerah, akademisi, Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-DPR), perwakilan Kodam XIII/Merdeka, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, serta insan media.

Di akhir sambutan, Ardiles mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam pengawasan pemilu. Menurutnya, pengawasan yang optimal tidak dapat dilakukan sendiri oleh Bawaslu, melainkan membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak.

“Bawaslu menyadari tidak dapat berjalan sendiri. Karena itu, kolaborasi dan keterlibatan semua elemen menjadi kunci dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang efektif dan demokrasi yang berkualitas,” tutup Ardiles.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Sulut

Editor: Humas Bawaslu Sulut

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle