Steffen Linu Soroti Relevansi Historis Gerakan Mahasiswa dan Pengawasan Partisipatif
|
Manado, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) - Anggota Bawaslu Provinsi Sulut, Steffen S. Linu, menyoroti relevansi historis antara gerakan mahasiswa dan pengawasan partisipatif dalam sistem demokrasi elektoral.
Menurutnya, dalam lintasan sejarah bangsa, gerakan mahasiswa senantiasa tampil sebagai moral force dan social control terhadap kekuasaan. Spirit tersebut memiliki irisan kuat dengan konsep pengawasan partisipatif yang dikembangkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), yakni pelibatan aktif masyarakat dalam mengawal setiap tahapan Pemilu.
Hal itu disampaikan Steffen saat menjadi narasumber dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan bertajuk “Gerakan Mahasiswa dan Pengawasan Partisipatif” yang digelar Bawaslu Kota Manado bersama Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Utara, Jumat (27 Februari 2026).
Ia memaparkan bahwa sejak lahirnya Budi Utomo pada 1908, penguatan identitas nasional melalui Sumpah Pemuda, gerakan mahasiswa 1966, hingga gelombang Reformasi 1998, mahasiswa selalu hadir sebagai elemen strategis dalam mendorong perubahan dan penguatan demokrasi.
“Mahasiswa bukan sekadar kelompok intelektual, tetapi agen perubahan yang memiliki legitimasi moral serta kritisisme untuk memastikan demokrasi berjalan sesuai prinsip keadilan dan kedaulatan rakyat,” tegas Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas itu.
Dalam konteks kekinian, lanjut Steffen, pengawasan partisipatif menjadi ruang aktualisasi peran mahasiswa. Partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawal proses Pemilu tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan politik yang mendorong lahirnya budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Kegiatan yang berlangsung secara daring tersebut diikuti jajaran Bawaslu Kota Manado, Bawaslu Provinsi Sulut, serta PMII Sulawesi Utara. Turut hadir Ketua Bawaslu Kota Manado, Brilian Maengko, dan Anggota Bawaslu Kota Manado, Abdul Gafur Subaer.
Melalui forum ini, Bawaslu berharap sinergi bersama mahasiswa dan organisasi kepemudaan dapat terus diperkuat, sehingga pengawasan partisipatif tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi gerakan bersama dalam menjaga integritas Pemilu.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Sulut
Editor: Humas Bawaslu Sulut